KM 120
Jarak kadang menjadi sesuatu yang cukup merisaukan bagi beberapa kalangan, termasuk aku. Waktu menjadi taruhan dalam perjalanan menempuh jarak untuk mencapai tujuan ku.
Ada kalanya aku merasa andai saja waktu bisa kompromi dengan jarak yang ada, namun itu hanya terjadi saat kita di bantu dengan perasaan kita sendiri.
Di jalan ini, km 120 adalah awal dan juga akhir dari penantian. Kerinduan akan kampung halaman akan segera terobati dengan munculnya sang km 120. Walaupun masih perlu tambahan beberapa km sebelum ku capai ranah tempat aku dibesarkan, namun bagai hembusan angin yg menyegarkan meenentramkan hatiku bahwa ranah itu sangatlah dekat.
Perjuangan memang harus berlanjut, dan saat tiba kembali menyapa km 120 ini, ini lah waktu untuk aku kembali melepas peluk ranah menuju peraduan cita dimasa depan yang hanya dengan izin-Nya lah akan menjadi nyata
Km 120…