Benar adanya apa yang orang orang bijak bilang, “sekali sekali sebagai seorang tukang kayu perlu berhenti sejenak untuk mengasah gergaji nya sebelum bekerja kembali”
Nah, ini pun nampaknya berlaku secara universal, tak terkecuali buat gw. Banyaknya aktivitas dan kesibukan yang hampir tidak pernah henti, kadang membuat konsentrasi menjadi buyar dan tidak fokus.
Selain itu segala efek samping yang ada juga ikut mengiringi ibarat bonus yang aku dapat saat membeli sebungkus detergen. Akhlaq yang merupakan wujud spontan sikap dalam menghadapi sesuatu kejadian bisa dijadikan barometer sejauh mana aku perlu diam, berhenti sejenak.
Bulan suci ramadhan 1432H sudah sangat dekat, nampaknya Allah swt sudah kembali mengingatkan aku untuk mendekat kepada hati-Nya. Berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia dan menyambut tali kasih-Nya yang telah terabaikan dalam kepenatan aktivitas hidup yang tiada henti.
Yuk, siap-siap menghadapi bulan suci Ramadhan. Insya allah kita dipertemukan kembali dengan bulan penuh rahmat Allah SWT ini.
Aamiin

